Showing posts with label opal. Show all posts
Showing posts with label opal. Show all posts

FENOMENA BATU BERJAD API

FENOMENA BATU BERJAD API

Fenomenal batu akik Berjad Api yang warnanya identik dengan nyala api ini menjadikan pemakainya semakin gahar. Zaman dahulu suku Maya dan Aztec mengenalnya sebagai Batu Burung Surga atau Quetzalitzlioyollitli, yang sering digunakan dalam sebuah ritual. Dikagumi di belahan dunia sebagai simbol cinta yang paling kuat di zaman kuno khususnya di India dan kerajaan Persia kuno sampai dengan Amerika Tengah, dan suku Indian Amerika. Namun lama kelamaan batu akik Berjad Api menghilang karena kurangnya pengetahuan dan sejarah yang diwariskan secara turun temurun.

FENOMENA BATU BERJAD API

Sampai sekitar tahun 1835, di dataran tinggi Meksiko, batu Fire Opal atau Berjad Api mulai banyak ditemukan dan secara bertahap mulailah pertambangan secara sistematis dari tempat dimana jenis batuan tersebut ditemukan. Saat ini batu Fire Opal atau Berjad Api dianggap sebagai salah satu bagian batu permata Nasional kita. Selain ditemukan di Indonesia khususnya daerah Wonogiri, batu Fire Opal atau Berjad api juga ditemukan di negara lain seperti, Honduras atau Guatemala, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Ethiopia, dan Turki, tapi depositnya tidak terlalu besar  atau bahkan sangat sedikit sekali didaerah pertambangan.

Warna-warni batu Fire Opal atau Berjad Api ini sangat bervariatif dan indah dengan kilaunya yang menari-nari dalam batuan bila batu ini terkena cahaya. Sering juga ditemuka n berkabut tanpa permainan warna pada batu ini. Dengab pancaran warna kehangatan, oranye yang ekspresif, Berjad Api muncul dengan semua variasi warna dari kuning ke merah terang, terkadang dengan nada kecoklatan. Sampau hari ini Berjad Api masih menjadi salah satu trend dalam dunia menarik batu permata.

Berjad Api dipercaya oleh sebagian besar pemakainya sebagai batuan kristal yang sangat baik untuk bisnis. Dikatakan untuk menarik uang, memuluskan jalan perubahan, dan mendorong kemajuan. Batu ini juga dipercaya untuk meningkatkan kekuatan pribadi, membangkitkan api batin anda dan merevitalisasi dan re energize pikiran dan tubuh pemakainya.Hal ini diyakini untuk melindungi diri dari bahaya dan menjadi penguat energi. Berjad Api bisa menjadi batu yang baik untuk membantu anda melepaskan masa lalu, tapi juga harus berhati-hati karena bisa juga melepaskan emosi secara tiba-tiba. Dalam dunia kesehatan, Berjad Api atau Fire Opal ini diperkirakan bisa untuk menyeimbangkan kelenjar adrenalin dan bermanfaat bagi hormon wanita "pms" dan menopouse. Hal ini juga diyakini untuk membantu penyembuhan usus dan ginjal.

Untuk mendapatkan batu ini dudaerah gunung Muser diperlukan tenaga ekstra, karena lokasinya yang ada di disebuah gunung yang mempunyai struktur tanah yang mudah longsor dan berkerikil. Lokasi yang dipenuhi pohon jati ini merupakan area PT. Perhutani Nusantara. Jadi secara legalitas wilayah ini berada di area hutan lindung. Untuk bisa mencapai lokasi pencarian batu, hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor yang sudah didesain untuk trek berat menanjaj dan menurun terjal. 

Dalam prakteknya, pencarian atau penambangan batu akik Berjad Api ini ada yang digali seperti membuat kolam, ada juga yang menyusuri aliran air sungai, dan ada juga yang mengikuti jejak aliran air dari atas gunung. Rough Berjad api juga bisa ditemukan diatas permukaan tanah yang terlihat bercahaya diantara batuan kecil lainya. Jadi secara logika bisa ditemukan banyak rough di daerah perbukitan di kaki gunung Muser ini.

Karena potensi yang luar biasa diatas varian jenis batu mulia asli Indonesia, batu Berjad Api atau yang punya julukan "Segoro Geni di Tanah Wonogiri" ini menjadi bukti bahwa kekayaan alam Nusantara sangatlah besar. Hal ini bisa menjadi pelengkap  dan penyempurna khasanah kekayaan batu mulia Indonesia demi kemajuan serta kemakmuran para pelaku seni dan masyarakat, khususnya seni perbatuan.

Keindahan warnanya menjadi salah satu fenomena batu Fire Opal atau Berjad Api, khususnya dikalangan pelaku seni batu dan menjadi bukti pada dunia bahwa Indonesia mempunyai sesuatu yang berbeda yang tidak kalah pamor dengan batuan yang lebih dulu dikenal oleh para pecinta batu di Indonesia. Batu yang dulu dianggap kurang bernilai, karena pengerjaanya yang cukup sulit, membuat para petani batu tidak terlalu berminat terhadap batu ini. Namun kenyataan, kini batu Berjad Api menjadi sesuatu yang sangat berarti, dilihat dari sejarah dan juga keindahanya yang menawan.

Batu Berjad Api/Fire Opal Wonogiri

Batu Berjad Api/Fire Opal Wonogiri

Setelah kemarin kita mengulas batu asal Sukabumi Jawa Barat, yaitu Batu Chrysopal Sukabumi dan Blue Opal Sukabumi, kini akan saya ulas tentang batu Berjad Api/Fire Opal. Walaupun sama-sama mempunyai nama Opal dibelakangnya, namun tentunya batu Fire Opal ini mempunyai karakteristik yang berbeda dengan batu asal Sukabumi tersebut.

Kejernihan serta tarian cahaya pada Batu Berjad Api atau sebutan geomolog Fire Opal ini, yang menjadikan fenomenal batu Berjad Api/Fire Opal ini akan membuat siapapun menyangka bahwa hasil polesan yang telah berbentuk mata cincin tersebut adalah batu sintetis atau jenis batuan yang tidak natural. Secara geomolog, batuan ini mengandung mineral SiHo2, yaitu komposisi air dan oksigen dengan kekerasan 6.5-7 skala mohs.

Saat ditemukan, rough batu ini tidak terlalu besar. Ukuran rata-rata rough batu Berjad Api/Fire Opal ini tidak lebih dari 200 gram. Ukuran ini setara dengan 2 jempol kaki dalan kondisi terbungkus kulit dengan warna putih kekuningan. Namun setelah diproses dengan mengupas kulit batu, maka akan difapat daging batu dengan hasil batuan dengan kekristalan yang bisa dilihat tanpa alat bantu cahaya. Varian batu Berjad Api atau Fire Opal Wonogiri ini ada bermacam warna, seperti warna merah menyala, orange, kuning, biru, hijau, coklat, ada juga varian dengan dua warna sekaligus seperti warna kuning dengan merah.

Sejak abad 14 Masehi, batu Berjad Api sudah dipakai oleh para bangsawan kerajaan Majapahit pada masa itu. Cerita sejarah ini bisa dibaca di situs Wilwatika atu Majapahit. Warna oranye kemerahan menjadi ikon yang dipakai raja Majapahit pada kala itu. Dari sumber itu, batu Berjad Api menjadi salah satu primadona di kalangan bangsawan. Sungguh sesuatu yang istimewa, karena pilihan raja atau bangsawan pastinya pilihan yang terbaik diantara yang baik. 

Tanah Wonogiri yang secara goegrafis 60 persen wilayahnya terdiri dari pegunungan, ternyata mempunyai banyak batuan yang beraneka ragam. Dan salah satu yang sedang kita bahas, yaitu batu Berjad Api atau Fire Opal Wonogiri ini. Ada beberapa kecamatan di wilayah kabupaten Wonogiri yang berpotensi memiliki batu Berjad Api, yaitu kecamatan Karang Tengah, Tirtomoyo, Jatisrono, Girimarto, dan Kismantoro. Dari sekian kecamatan, di kecamatan Kismantoro paling banyak ditemukan batuan Berjad api saat ini. 

Varian warna Berjad Api
Batu Berjad Api mempunyai warna yang sangat khas, yaitu warna transparan yang begitu jernih, secara kasat mata kejernihan batu ini bisa dilihat. Serat yang dimiliki batu ini sangat halus, namun karena sifat batu Opal yang mengandung silika ini tidak tahan dengan gesekan dan suhu yang terlalu panas, dan efek yang ditimbulkan biasanya pecah atau retak.

Batu Berjad Api/Fire Opal Wonogiri

Mengenai warna yang sangat variasi, ada warna merah, orange, kuning, hijau, coklat dan biru. Dari warna-warna tersebut, warna orange paling sulit didapatkan, dan karena sulitnya mencari rough warna ini membuat harga Berjad Api warna orange menjadi lebih mahal dibandingkan dengan warna lain. Batu Berjad api akan semakin indah akan menjadi lebih indah apabila di cutting bagian bawahnya menyerupai cuttingan batu permata. Dan berikut varian warna pada batu Berjad Api/Fire Opal Wonogiri :

Warna Merah
Warna ini ada yang semi doft jadi tampilan atasnya tidak terlalu cerah, namun ada juga dengan warna merah menyala apabila dibantu dengan ikatan mangkuk dibawahnya.

Warna Orange
Warna ini memang mempunyai keistimewaan tersendiri dengan warna tegas orange bercahaya, dan akan lebih indah apabila bawahnya dicutting menyerupai batu permata.

Warna Kuning
Warna kuning pada Berjad Api lebih menawan dibandingkan dengan warna kuning pada batu Chalcedony lainya, karena transparasi dan kilauan warnanya begitu kuat.

Warna Hijau
Warna ini jarang diketemukan, namun secara visual hijau tua dengan tingkat transparasi yang kuat dan benar-benar terang.

Warna Biru
Warna biru pada Berjad Api juga jarang diketemukan, namun warnanya yang jernih menjanjikan transparasi yang natural.

Warna Coklat
Warna ini biasanya ada warna kesan hijau tua sedikit agai kehitaman, namun begitu kena cahaya warna kecoklatan tetap terlihat.

Dwi Warna
Warna ini termasuk warna spesial, dimaba tampilanya sangat mempesona, misalnya warna kuning dengan tembakan hijau, ada juga warna merah dengan tembakan warna orange. Jadi warna Dwiwarna pada Berjad Api sangat indah dan mempesona.
Itulah beberapa warna yang membuat fenomenal Batu Berjad Api/Fire Opal Wonogiri, diantara batu Chalcedony yang berasal dari Indonesia.

MENGENAL BATU BLACK OPAL KALIMAYA

BATU BLACK OPAL KALIMAYA

Indonesia dengan ribuan pulau dan keaneka ragaman flora dan faunanya, serta kekayaan perut bumi yang sangat luar biasa melimpahnya termasuk dengan batuan mulianya, termasuk batu black opal Kalimaya. Dari ujung barat Indonesia ada batu mulia yang sudah kita kenal yaitu ada Indocrase Solar Aceh serta Lumut Aceh yang fenomenal, dan masih banyak lagi batu akik lainnya, termasuk yang akan kita ulas pada kesempatan kali ini yaitu, mengenal Black Opal Kalimaya dari Banten. Dengan boomingnya dunia seni batu mulia Indonesia, semakin menjadikan negeri ini bak surga bagi segala jenis batuan kelas dunia.

Provinsi Banten menjadi slah satu daerah yang dikenal oleh kalangan pecinta seni batu di seluruh tanah air dan juga mancanegara, dengan batu lokalnya yang memiliki kembang warna yang beraneka warna yang dikenal dengan  nama Black Opal Kalimaya. Sebuah nama yang pantas yang disematkan kepada batu jenis opal dengan warnanya yang hitam dengan fenomena kembang warna-warni yang bisa memiliki lebih dari lima warna dasar yang lazim didunia ini. Batu ini di Indonesia dikenal dengan batu Kalimaya, sesuai dengan nama asal batu ini, yaitu sebuah kali (sungai) didaerah Maja (sekarang Maya, sesuai ejaan bahasa Indonesia sekarang). Kalimaya sendiri masuk wilayah provinsi ujung barat pulau Jawa, yaitu Banten. Dahulu Batu Kalimaya Black Opal ditahun 70-an, sudah ditemukan didaerah ini.

MENGENAL BATU BLACK OPAL KALIMAYA

Batu Black Opal Kalimaya mempunyai kandungan mineral silikon dioksida dan nitrogen serta air ini, memiliki kekerasan 5,5 sampai 6,5 pada skala mohs. Dalam bahasa Internasional disebut Opal atau dengan rumus SiO2 dan HO2. Di Indonesia penghasil batu Opal terdapat didaerah Banten, Opal merupakan bentuk amorphous dari silikat kwarsa dalam golongan mineraloid, dan bukan batu mineral. Dari seluruh berat total batu, sekitar 6% sampai 10% adalah air. Opal terbentuk pada suhu yang relatif rendah dan ada retakan disetiap batuan, yang pada umumnya batu ini ditemukan bersamaan dengan limonit, riolit, marl, basal dan pasir.

Jenis Batu Black Opal Kalimaya ini perlu mendapatkan perawatan lebih dalam pemakaianya, karena sifat silikanya yang banyak dikandungnya membuat batu ini kadang sensitif dengan cuaca atau suhu panas. Sementara di habitatnya, keberadaan batu Black Opal Kalimaya ini tertimbun dalam tanah dengan kedalaman antara 10 m sampai 55 meter dari permukaan tanah. Cuaca ditempat oenemuanya sendiri juga tergolong lembab, hal ini yang perlu diperhatikan bagi pecinta batu Black Opal Kalimaya untuk menghindari suhu yang panas dan juga benturan, karna batu ini rentan dengan kedua hal tersebut. Batu yang dari dulu disukai banyak orang ini, bagaikan perhiasan yang datang dari surga yang kemudian jatuh ke bumi, karena warnanya yang indah dan boleh dikatakan tak lazim untuk sebuah batu. Bagi anda yang ingin mengoleksi batu ini, ada baiknya tahu cara memilih batu Black Opal berkualitas, dikarenaka tidak semua batu Black Opal mempunyai kualitas yang sama.

Letak keunikan dan keindahan pada batu Black Opal Kalimaya Banten ini adalah pada kemampuanya merefleksikan beragam warna-warni dari dalam batu. Bayangkan saja, dari dalam satu batu cincin Black Opal Kalimaya bisa memunculkan beragam warna, dan masing-masing batu yang telah dibentuk, baik itu mata cinci ataupun liontin, tidak akan memiliki pantulan dan corak warna yang sama. Berdasarkan varian warna dan corak  pada batu Black Opal Kalimaya, dapat dilihat pada warna dasar yaitu hitam, dan abu-abu serta kecoklatan untuk yang berwujud fosil kayu. Dan ini lebih menjadi buruan bagi kolektor batu, ketimbang dengan batu Kalimaya lainya.

Dibandingkan dengan negara-negara lain yang juga penghasil opal, fleksibel kembang warna pafa batu Black Opal Kalimaya Banten adalah yang terbaik. Seperti di Afrika yang juga penghasil batu Opal, namun kembang warna yang dihasilkan oleh batu opal Afrika hanya di permukaan batu dan variasi warna tidak sebanyak seperti pada batu Black Opal Kalimaya Banten. Demikian Mexico, Opal dari negara ini warnanyapun masih kalah dengan Black Opal Banten. Australia sebagai penghasil opal terbesat di dunia, secara warna dan kekerasan lebih unggul dari batu Black Opal Kalimaya, namun untuk varian warnanya, Black Opal Kalimaya masih unggul daripada opal asal Australia. Tak berlebihan apabila Black Opal Kalimaya banten menjadi batu opal terindah di dunia. Tentunya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia, dimana Black Opal menjadi yang terindah dibandingakan denga opal-opal lain di dunia.

Bahkan di Jepang dan Korea, batu Black Opal Kalimaya sangat disukai. Dalam berbagai acara seremoni  seperti acara pernikahan, batu Black Opal Kalimaya ini, dinegara itu dijadikan sebagai mas kawin, artinya dinegara itu, mengalahkan berlian dan batu permata lainya. Orang-orang Jepang dan Korea beranggapan, kalau bat Black Opal Kalimaya banten memiliki super power dan keindahan lebih dari sebuah batu. Pemahaman tentang opini ini kita serahkan pada penggunanya, yang jelas batu Black Opal Kalimaya Banten memang batu yang indah untuk dilihat dan digunakan sebagai perhiasan. Secara logika memang sulit dimengerti, bahwa sebuah batu yang berwarna hitam, mampu mengeluarkan warna-warna yang menakjubkan seperti warna merah, warna hijau, warna biru, warna ungu, warna putih, warna orange, warna keemasan, hingga warna jingga. Inilah yang membuat batu ini mempinya nilai seni yang amat tinggi untuk sebuah batu.

Sebuah kebanggaan bagi Indonesia, ternyata kekayaan batu mulianya mendapatkan pengakuan mancanegara, bahwa Indonesia menghasilkan batu-batu mulia terbaik, termasuk Batu Black Opal Kalimaya. Orang boleh ini kembali ke jaman batu, akan tetapi jaman batu sekarang adalah jaman keemasan, karena nilai batu sekarang melebihi nilai emas. Inilah bukti bahwa negeri ini bak negeri yang dihujani batu dari surga yang turun ke bumi dan mampu membuat siapapun terpesona dan bangga memilikinya. Baca juga Mengenali Batu Opal Palsu, untuk menambah wawasan anda tentang batuan opal, semoga bermanfaat.



JENIS BLACK OPAL KALIMAYA BANTEN

JENIS BLACK OPAL KALIMAYA BANTEN

Keindahan batu Kalimaya Black Opal Banten, terutama pada warna yang dibagi menjadi beberapa warna sesuai dengan bahan dari alamnya. Setiap jenis warna mempunyai keunggulan sendiri-sendiri, karena sifak dan ksrakter yang berbeda-beda. Ada beberapa karakter yang boleh dibilang langka dan juga istimewa, baik dari corak, kembang warna maupun badan pada batu ini.

Di tempat batu ini berasal, batu Black Opal banten memang sulit diprediksi, karena keberadaanya didalam tanah. Hal ini juga yang membuat kembang warna dari batu Kalimaya Black Opal Banten sulit diprediksi saat bahan batu belum di gosok. Tetapi pada dasarnya, batu Kalimaya Black Opal Banten ini mempunyai warna-warna yang memukau, dari warna jernih bening sampai putih, abu-abu, merah, jingga, kuning, hijau, biru, magenta, merah rose, zlat, zaitun, coklat, dan hitam.

JENIS BLACK OPAL KALIMAYA BANTEN

Berdasarkan penyebutan nama pasar ( Trade Name), batu Kalimaya Black Opal Banten dibedakan menjadi tiga kategori yaitu :
  1. Black Opal solid, dimana tampilan pada body batu opal ini kelihatan benar-benar hitam kelam dengan partikel mineral yang dikandung benar-benar solid dan tidak ada warna lain selaim warna kembang jarong yang tajam dan beraneka corak warna.
  2. Yang kedua adalah Black Opal Abu, sekilas visual pada batu Black Opal jenis ini, menyerupai abu bekas pembakaran. Batu jenis ini mempunyai warna yang tajam dan variasi warnanya biasanya lebih mencolok.
  3. Yang ketiga biasa disebut dengan Black Opal Sempur, material yang bagus pada Black Opal jenis ini yang  mempunyai kualitas bagus dan mempunyai kembang ruyung yang tembus dari permukaan badan batu dengan garis corak kembang yang lurus. Namun untuk yang biasa umumnya masih berwarna kecoklatan seperti fosil kayu pada umumnya. Jenis seperti fosil kayu biasanya kembangnya tidak tajam.
Masalah selera memilih itu kembali pada para penggunanya masing-masing, dikarenakan selera tiap orang bisa berbeda-beda. Tetapi pada umumnya, para pecinta batu mulia menyukai semua jenis batu Kalimaya Black Opal, terlebih para kolektor batu. Keindahan pada sebuah batu memang berbeda dalam penafsiran, namun apapun nama, warna, jenis, inilah anugerah yang maha kuasa untuk dinikmati keindahanya oleh umat-Nya. Batu Kalimaya Black Opal menjadi bukti nyata, bahwa keindahannya memanjakan mata bagi siapapun yang melihatnya, bukan hanya suka tapi akan timbul rasa cinta pada batu yang satu ini. Dan untuk mengenali lebih jauh tentang Black Opal, baca juga mengenali Black Opal Kalimaya.

Cara mentreatment Black Opal Banten

Cara mentreatment Black Opal Banten

Bagi para gemslover tentunya batu Black Opal Banten, atau orang sering menyebut BO, sudah tidak asing lagi. Batu jenis Opal asal provinsi Banten ini, bisa memunculkan bias warna warni atau yang disebut dengan kembang warna atau jarong. Di mana batu ini bisa mengeluarkan kembang beraneka warna.

Karena keindahan warna yang terdapat pada batu Black Opal Banten inilah banyak orang yang memburunya, walaupun harganya tinggi. Terlebih apabila jarong pada batu tersebut natural. Harga yang tinggi inilah yang membuat para pecinta batu  terpaksa membeli rough atau bahan yang belum mengeluarkan jarong atau warna. Akan tetapi apabila bahan yang belum mengeluarkan kembang warna, apabila tidak kita rawat atau di treatment, tentunya akan sangat lama batu tersebut di tumbuhi kembang warna.

Cara mentreatment Black Opal Banten

Mungkin sebagian dari anda para pecinta batu, khususnya batu Black Opal Banten belum tahu bagaimana caranya agar Black Opal anda cepat mengeluarkan jarong. Nah, kali ini saya akan memberikan tips bagaimana mentreatment batu Black Opal Banten agar cepat ditumbuhi kembang warna atau jarong.

Sebelum melakukan treatment Black opal, pastikan dulu anda membeli bahan Black Opal yang berkualitas. Dikarenakan tidak semua bahan Black Opal akan cepat menjadi jarong bila di treatment. Bahkan tak jarang, apabila kita asal-asalan membeli bahan Black Opal, akan menjadi sia-sia waktu dan tenaga kita karena batu  tidak dapat mengeluarkan kembang warna, walaupun sudah kita treatment sekian lama. Untuk mengetahui bagaimana cara memilih bahan Black Opal yang berkualitas, anda bisa membacanya di cara memilih Black Opal berkualitas.

Untuk mentreatment batu Black Opal sendiri sebenarnya bisa dilakukan dengan berbagai cara, diantyaranya yaitu dengan media air hujan, dengan menggunakan minyak, dan juga dengan pemanasan. Namun saya akan memberikan tips treatment batu Black Opal ini menggunakan minyak zaitun, yang saya anggap paling efektif sesuai dengan pengalaman saya.

Dan berikut ini adalah tahap demi tahap yang harus anda lakukan untuk Cara mentreatment Black Opal Banten

Langkah pertama
Bersihkan bahan/rouhg Black Opal anda apabila masih tertutup abu atau lumpur yang menempel di bagian  luar badan batu, dengan cara di gerenda atau di gosok menggunakan amplas kasar sampai bersih.

Langkah kedua
Siapkan minyak kelapa, penggorengan untuk memanaskan minyak, nampan stainless atau wadah yang tahan api atau panas untuk menaruh bahan black Opal.

Langkah ketiga
Panaskan minyak kelapa diatas kompor sampai kurang lebih mencapai panas 60 derajat, dan tuangkan minyak tersebut ke nampan atau wadah yang berisi bahan Black Opal, lalu aduklah bahan Black Opal tadi sampai badan batu terlumuri minyak panas secara merata, kemudian diamkan sampai menjadi dingin.

Langkah keempat
Setelah batu dan minyak dingin, angkat dan lihatlah pada permukaan batu tersebut, apakah mengeluarkan jelly berwarna putih atau tidak. Untuk bahan Black Opal yang bagus atau bisa kita treatment selanjutnya, adalah bahan yang mengeluarkan jelly berwarna keputihan setelah proses penyiraman minyak kelapa panas ke bahan Batu Black Opal.

Langkah kelima
Setelah kita mengetahui bahan yang bisa kita treatment, lalu bersihkan badan batu dari minyak kelapa menggunakan kain lap, setelah itu jemur batu dibawah sinar matahari kurang lebih 1 jam, atau sampai sisa minyak kelapa menjadi kering.

Langkah-langkah diatas tadi adalah tahap awal untuk memilih batu yang bisa kita lanjutkan ke treatment atau tidak, sebab bahan yang bisa kita treatment dan berpotensi mengeluarkan jarong, adalah bahan yang mengeluarkan jelly keputihan pada permukaan badan batu. Sedangkan bahan yang tidak mengeluarkan jelly setelah dilakukan pemanasan tadi, itu adalah bahan yang tidak berpotensi mengeluarkan jarong. Jadi bisa dibilang, langkah diatas tadi adalah untuk menyeleksi atau menyortir bahan batu Black Opal yang layak atau tidak layak untuk di treatment.

Setelah anda melakukan langkah-langkah diatas, selanjutnya kita menuju tahap berikutnya, yaitu mulai treatment batu anda. Tahap-tahap yang harus anda lakukan adalah :

  1. Siapkan toples kaca atau wadah plastik bening lengkap dengan penutupnya.
  2. Masukan bahan Black Opal anda ke wadah tersebut di atas, lalu tuang minyak zaitun kedalam wadah hingga minyak menutupi atau merendam seluruh badan batu.
  3. Tutup rapat toples atau wadah tersebut, hingga udara tidak bisa masuk ke dalamnya.
  4. Simpan toples atau wadah berisi rendaman Black Opal tadi di tempat yang kedap cahaya dengan suhu ruangan.
  5. Keesokan hari, jemur rendaman Black Opal anda bersama wadah dibawah terik matahari kurang lebih 2 jam, antara jam 09-11 siang.
  6. Setelah kurang lebih dilakukan penjemuran, angkat dan simpan kembali rendaman batu dalam toples atau wadah, di tempat tanpa cahaya.
  7. Setiap satu minggu sekali, angkat batu dari wadah, kemudian gosoklah menggunakan amplas halus no. 800/1000, atau bisa menggunakan kulit.
  8. Selesai di gosok, lap batu tersebut menggunakan tisyu atau kain lap untuk membersihkan dari serbuk amplas, kemudian masukan kembali batu ke dalam wadah dan di tutup rapat.
  9. Lakukan langkah-langkah ini secara rutin setiap hari untuk hasil yang maksimal.
BACA JUGA :
KISAH MISTIS  BATU KALIMAYA
MENGENALI BATU OPAL PALSU
ROUGH BLACK OPAL KALIMAYA

Demikianlah langkah-langkah Cara mentreatment Black Opal Banten yang harus anda lakukan untuk mempercepat tumbuhnya kembang warna pada batu Black Opal Banten anda. Adapun cepat dan tidaknya kembang warna atau jarong muncul, tergantung dari kualitas bahan Black Opal yang anda treatment, dan tentunya juga dari keberuntungan anda. Adapun hasil dari treatment ini bisa di lihat hasilnya setelah 1 sampai 3 bulan. Selamat mencoba,,,,salam gemslover.

MENGENALI BATU OPAL PALSU

 MENGENALI BATU OPAL PALSU

Setelah anda Mengenal batu Black Opal Kalimaya , sekarang akan kita ul;as mengenai cara mengenali batu jenis opal, baik itu batu Black Opal maupun Batu Kalimaya, seperti Kalimaya susu, Kalimaya teh, Kalimaya bunglon dsb.

Saya sarankan anda agar teliti dan hati-hati dalam membeli batu black opal. Dikarenakan untuk sekarang ini banyak batu akik, khususnya jenis batu Opal Yang saya sebutkan di atas, yang merupakan batu buatan manusia atau imitasi beredar dipasaran. Hal ini tentunya akan membuat kerugian bagi para pecinta batu akik apabila tidak bisa membedakan mana batu Black Opal maupun batu Kalimaya yang asli dengan yang palsu.

Batu jenis opal sebagai bentuk kekayaan alam alam pemersatu bangsa yang terdapat di Indonesia ini, merupakan incaran atau buruan bagi para kolektor batu dan gemslover baik dalam dan luar negeri. Ini tidak mengherankan apabila batu yang satu ini menjadi buruan para kolektor, mengingat keindahan batu yang satu ini dengan kembang warnanya yang fenomenal. Maka tidak salah apabila batu Opal diberi julukan "Mother of Gemstone" karena keunikan dan keindahan pada batu ini.

MENGENALI BATU OPAL PALSUJenis batu ini sangat menarik karena memiliki ciri khusus pada variasi warnanya yang cantik, unik dan menawan. Batu Opal ini adalah batu jenis batuan silika yang terbentuk dari oksida dan silikon yang mengeras, hingga batu ini biasanya mengandung 6% sampai 10% air. Tidak seperti kebanyakan batu lainya seperti Batu Bacan Doko dan Palamea, Batu Sungai Dareh, Indocrase Solar Aceh dan yang lainya, yang tahan dengan suhu panas, namun pada batu Opal sering kali disaat dehidrasi atau kekeringan yang tinggi, makan akan terjadi kerusakan pada batu Opal berupa crack yang akan timbul diakibatkan dehidrasi. Struktur pada batu Opal membuatnya mampu menyebarkan cahaya, tergantung kondisi tempat batu ini terbentuk yang membuatnya memunculkan berbagai warna.

Warna pada batu Opal bervariasi mulai dari jernih sampai putih, abu-abu, merah,  jingga, kuning, hijau, biru, magenta, merah rose, zlat, zaitun, coklat dan hitam. Dari warna-warna tersebut, warna merah dan hitam yang sangat langka, sementara putih dan hijau yang sangat umum. Batu Opal juga memiliki kepadatan optik yang berbeda mulai dari Opaque (tembus cahaya) hingga Semi transpararent (bening yang agak terhalang inklusi).

Di penambangan sendiri ada dua jenis batu Opal yaitu jenis Opal yang berharga (precious opal) yaitu batu yang memprrlihatkan kilauan atau kilapan dari warna dalam struktur batu tersebut tergantung dari sudut pengelihatan. Jenis yang kedua yaitu Opal umum atau biasa (Common/Potch Opal), dimana biasanya batu ini tidak tembus cahaya (Opaque) dan tidak menunjukan kilapan atau kilauan. Proses terjadinya Opal ini ketika adanya pengisian rongga-rongga pada batuan sedimen atau pori-pori/lubang yang membentuk stalakmit/stalaktit menggantikan dan bercampur dengan material organik pada fosil kayau, kerang maupun tulang. Opal terbentuk pada suhu yang relatif rendah dan ada retakan setiap jenis batuan. Umumnya batuan ini ditemukan bersama dengan liminolit, batu pasir, riolit, marl dan basal.

Dikarenakan batu Opal menjadi batu yang sangay diburu dan digemari oleh para pecinta batu, maka sekarang ini Opal telah dibuat bentuk imitasinya dengan menggunakan bahan yang terbuat dari Polystyrene Latex atau berbagai bahan berwarna yang dikombinasikan menjadi satu. Pada tahun 1973, Gilson (Maufaktur Prancis) telah membuat Opal tiruan atau imitasi di laboratorium. Bentuk Opal doublet (sistim penempelan batu 2 lapis) yang menggunakan batu natural Opal diatasnya sedangkan lapisan bawahnya menggunakan glass atu batu jenis Chalcedony.

Ciri-ciri batu Opal palsu atau imitasi dapat kita ketahui dengan melihat body tone (tingkat warna pada batu), bentuk samping, bentuk bawah, dan bentuk atas pada batu. Batu Opal yang palsu akan terlihat seperti sambungan pada batu tersebut. Dan untuk melihat struktur batunya anda bisa melihatnya menggunakan miskrosko atau lup, dan lihat apakah batu tersebut terlihat efek Snakeskin/Lizardskin atau Coloumnar pada batu.

Demikianlah Mengenali batu Opal palsu, semoga apa yang kita ulas diatas bisa bermanfaat bagi gemslover semua, maju terus batu mulia Indonesia. Baca juga membedakan batu chalcedony, untuk menambah wawasan anda.

Cara ekstrim treatment batu Black Opal

Cara ekstrim treatment batu Black Opal

Keindahan serta pesona batu black opal, menjadikan batu yang berasal dari privinsi Banten ini menjadi buruan bagi para pecinta batu di Indonesia.  Bukan hanya pecinta batu di tanah air saja yang memburu batu black opal ini, akan tetapi batu ini juga sangat diminati pecinta batu dari luar negeri.

Tak heran bila black opal menjadi primadona dikalangan pecinta batu akik, dikarenakan batu ini memiliki kemampuan memancarkan pindar cahaya warna warni. Dan dari sekian banyak batu jenis opal yang dihasilkan di beberapa negara di dunia, batu black opal banten kabarnya menjadi batu jenis opal yang terindah.

Kindahan warna yang di timbulkan oleh batu black opal Banten inilah yang membuat kebanggaan dan kepuasan tersendiri bagi pemiliknya. Akan tetapi apabila kita ingin mendapatkan batu black opal dengan kualitas bagus yang sudah tumbuh kembang jarong, kita harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit sedikit untuk memilikinya. Oleh karenanya, banyak orang yang membeli batu black opal yang masih dalam bentuk bongkahan/rough yang belum mengeluarkan kembang jarong. Dikarenakan bongkahan/rough yang belum keluar kembang jarong, harganya lebih murah dan juga lebih mudah didapatkan.

Namun, dengan membeli bahan black opal yang belum mengeluarkan jarong, perlu ada usaha agar batu akik tersebut bisa ditumbuhi warna jarong. Banyak orang melakukan berbagai cara agar batu black opal kesayanganya cepat mengeluarkan jarong warna. Namun tidak sedikit pula yang mengalami kegagalan untuk mengeluarkan warna jarong pada batu yang satu ini.

Faktor kegagalan dalam usaha untuk menumbuhkan jarong pada batu black opal di sebabkan beberapa hal, diantaranya karena bahan yang di treatment kurang bagus atau tidak mempunyai bibit jarong, kurangnya pengetahuan dalam cara treatment batu black opal, dan juga kurangnya kesabaran dan ketekunan dalam melakukan treatment batu black opal.

Sebenarnya ada beberapa cara untuk mentreatment black opal anda agar mengeluarkan jarong. Diantaranya dengan melakukan perendaman pada air hujan, perendaman dengan minyak, dihangatkan dengan suhu tertentu, bahkan dengan cara ekstrim yang akan kita bahas pada kali ini yaitu dengan pembakaran.

Namun sebetulnya saya tidak menganjurkan untuk melakukan dengan cara ekstrim ini dikarenakan keberhasilan dengan cara ini antara 30-40% saja, dan sisanya mengalami kegagalan. Mungkin anda bertanya kenapa saya share cara ekstrim ini...?, yang mungkin justru akan merugikan anda. Jawaban saya pertama, saya ingin berbagi pengalaman agar para pecinta batu, khususnya black opal bertambah wawasan. Yang kedua, mungkin saja cara ini bisa digunakan sebagai cara alternatif bagi anda yang selalu mengalami kegagalan dalam usaha treatment batu black opal. Namun saya anjurkan kepada anda untuk melakukan treatment menggunakan minyak yang bisa anda baca di cara treatment black opal Banten yang sudah di ulas sebelumnya.

Untuk melakukan treatment batu black opal dengan pembakaran, ada 2 cara yaitu dengan media lilin dan juga bara api dari arang. Namun sekali lagi saya pribadi tidak menganjurkan menggunakan cara ini, mengingat cara ini sebagai cara alternatif saja. Di karenakan apabila kita gagal, maka batu black opal yang kita treatment menggunakan cara ini, justru bibit jarongnya akan mati.

Lalu bagaimanakah cara ekstrim treatment black opal Banten ini??. Berikut adalah langkah-langkah yang harus anda lakukan:

Cara ekstrim treatment batu Black Opal


1. Treatment black opal dengan pembakaran menggunakan api lilin
  1. Siapkan bahan black opal yang sudah di kupas lumpur atau abu dari permukaanya, kemudian amplas sampai permukaan batu halus.
  2. Jemur batu setelah di beraihkan dan di amplas di bawah terik matahari 1 hari agar kadar air berkurang.
  3. Siapkan lilin sebagai media pmbakaran, minyak kelapa atau sejenisnya, dan tang atau alat penjepit lainya.
  4. Setelah semua siap, lumuri badan batu menggunakan minyak kelapa sampai merata.
  5. Nyalaka lilin, kemudian jepit batu menggunakan tang kemudian batu mulai dibakar diatas api lilon tersebut.
  6. Proses pembakaran harus dibolak balik agar panas merata
  7. Setelah kurang lebih 2 menit proses pembakaran, angkat batu dari api, kemudian letakan di tempat anti panas untuk menunggu dingin.
  8. Setelah batu menjadi dingin, anda bisa lihat hasilnya.
  9. Apabila belum berhasil mengeluarkan titik jarong, ulangi proses nomer 4, 5, 6, 7, 8 Sampai beberapa kali.
Namun apabila sudah beberapa kali langkah diatas dilakukan tidak juga menampakan hasil, dipastikan black opal tidak berpotensi keluar jarong.

Cara ekstrim treatment batu Black Opal


2. Treatment black opal dengan pembakaran menggunakan arang
  1. Siapkan bahan black opal, baik yang sudah di buang lumpur maupun yang masih tertutup lumpur.
  2. Jemur di bawah terik matahari 1 hari untuk mengurangi kadar air.
  3. Siapkan arang untuk prosea pembakaran, bisa arang batok kelapa maupun arang kayu.
  4. Siapkan alumunium foil untuk membungkus batu black opal pada saat pembakaran.
  5. Siapkan minyak kelapa untuk melimuri badan batu.
  6. Setelah semua siap, nyalakan bara api.
  7. Lumuri badan batu dengan menggunakan minyak kelapa yang sudah disiapkan secara merata.
  8. Bungkus batu dengan menggunakan alumunium foil, apabila batu masih terdapat lumpur diluarnya tidak usah dibungkus dengan alumunium foil.
  9. Masukan batu yang di bungkus alumunium foil.
  10. Tunggu hingga kurang lebih 5 menit dalam proses pembakaran, sambil membolak balik batu agar panas merata.
  11. Angkat batu setelah pembakaran dirasa cukup, kemudian diamkan hingga batu dingin, lalu lihat hasilnya.
  12. Ulangi proses nomer ,7 ,8, 9, 10, 11 apabila belum menampakan hasil.

Nah itulah proses-proses yang harus dilakukan dengan cara ekstrim treatment batu black opal. Adapun berhasil dan tidaknya melakukan treatment tersebut tergantung dari kualitas bahan, serta keberuntungan anda sekalian.

CARA MEMILIH BATU BLACK OPAL KALIMAYA BERKUALITAS

CARA MEMILIH  BATU BLACK OPAL KALIMAYA BERKUALITAS

Memilih batu akik yang akan kita jadikan koleksi tentunya haruslah yang berkualitas. Namun untuk bisa mendapatkan batu yang mempunyai kualitas tinggi tidaklah mudah, seperti pada jenis batu akik Black Opal yang berasal dari Banten misalnya. Selain harganya mahal, keberadaan batu yang berkualitas bagus pun biasanya tak sebanyak batu yang masih berbentuk bongkahan atau belum mengeluarkan jarong.

Batu Kalimaya hitam atau yang disebut Black Opal Kalimaya ini merupakan batu yang digemari oleh kalangan pecinta batu. Di Indonesia batu Black Opal banyak ditemukan didaerah Lebak Banten. Tempat ini kaya akan kandungan silika dan kuarsa. Struktur dan tekstur batu yang terbentuk di suhu rendah ini umumnya memiliki retakan-retakan disekelilingnya.

Oleh karenanya, batu Black Opal ini masuk ke dalam kategori batuan yang cukup lunak, dengan kekerasan antara 5,5 hingga 6,5 pada skala mohs. Dari berat keseluruhan batu Black Opal, 6 hingga 10% adalah berupa air. Ini sangat berbeda dengan Batu Bacan Doko dan Palamea, atau Indocrase Solar Aceh dan Indocrase Lumut Aceh yang memiliki kekerasan antara 7 hingga 7,5 pada skala mohs. Dengan tekstur lembut, maka perawatan batu Black Opal ini berbeda dengan perawatan batu akik/mulia lainya.

CARA MEMILIH  BATU BLACK OPAL KALIMAYA BERKUALITAS

Kecantikan Batu Black Opal apabila batu ini terpapar sinar atau cahaya. Batu Black Opal akan mengeluarkan pendar cahaya warna-warni yang mengagumkan. Cahaya ini bisa disebut Jarong atau Kembang. Warna pada Batu Black Opal tergantung dari daerah atau lingkungan dimana batu ini terbentuk. Untuk warna pada batu ini biasanya adalah warna putih, abu-abu, jingga, kuning terang, orange, merah, biru, coklat, ungu, magenta, merah rose, hijau dan hitam.

Selain warna merah, warna yang banyak digemari oleh kalangan pecinta batu ialah opal yang memancarkan warna ungu dan biru yang terang. Warna ini digemari karena dianggap warna yang cantik namun masih cukup langka ditemukan pada batu Black Opal.

Ciri-ciri batu Black Opal yang bagus atau Black Opal Kalimaya yang berkualitas adalah :
  • Berwarna hitam legam, sesuai dengan namanya.
  • meskipun batu ini kekerasanya hanya 5,5- 6,5 mohs, tapi batu ini tidaklah rapuh dan tetap padat. Maka carilah rough atau mata cincin yang kelihatan padat.
  • Black Opal Kalimaya yang bekualitas bagus memiliki warna yang komplit serta mengeluarkan warna seperti berlian.
  • Serat batu halus, dan tidak terlihat bagian permukaanya.
  • Bila digosok dengan amplas, residu Black Opal tidak berwarna hitam.
  • Permukaan Black Opal Kalimaya yang bagus akan terlihat mengkilap seperti porselen atau keramik.
Cara membedakan Black Opal asli dan Palsu
Dikarenaka Black Opal banyak dipalsukan, maka anda harus bisa membedakan mana batu Black Opal yang asli dan yang palsu. Dan berikut adalah ciri-cirinya :
  1. Meskipun tergolong jenis batu mulia yang lunak, Batu Black Opal tahan terhadap pembakaran dalam suhu     tertentu.
  2. Batu Black Opal asli akan kalis terhadap bahan kimia seperti cat ataupun minyak. Untuk membuktikan batu Black Opal asli, anda bisa menggunakan minyak. Apabila cat tersebut kalis, maka itu Black Opal asli.
  3. Batu Black Opal mempunyai serat
  4. Berat jenis batu berbeda dengan plastik dan kaca. Batu Black Opal yang asli memiliki berat sesuai dengan besarnya.
  5. Cek ke laboratorium gemstone, apabila masih ada keraguan untuk mengecek kadar kandungan mineral yang terdapat pada Batu Black Opal.
Demikianlah tips memilih Cara memilih Black Opal Kalimaya berkualitas, serta cara membedakan batu Black Opal asli atau palsu. Semoga ulasan pada kali ini bisa membantu anda yang akan membeli batu tersebut, sehingga nantinya anda bisa mendapatkan BO yang berkualitas.

BATU GREEN OPAL BLITAR

BATU GREEN OPAL BLITAR

Batuan jenis Opal memang sudah femiliar di masyarakat khususnya para  gemstoner  Nasional. Sudah banyak gemstoner yang sudah memakai varian Opal, seperti, Black Opal asal Banten, Blue Opal dan Chrysopal asal Sukabumi, dan juga Fire Opal asal Wonogiri, serta penemuan baru asal bengkulu yang mempunyai kesamaan nama, yaitu Green Opal Bengkulu.

Biarpun mempunyai nama yang sama antara Green Opal Bengkulu dan Green Opal Blitar, namun secara visual batu ini tampak berbeda. Dan sekarang kita akan bahas lagi varian Opal yang berasal dari Blitar Jawa Timur. Batu yang berasal dari kota kelahiran Bung Karno ini memiliki kekerasan 5-6.5 pada skala mohs, sehingga batu ini mempunyai sifat mudah retak atau pun pecah bila salah dalam pengerjaan atau  memproses batu ini menjadi perhiasan.

BATU GREEN OPAL BLITAR

Berbagai warna yang terdapat pada batu Green Opal Blitar yang dijuluki dengan "Sutera Khayangan" ini seperti :

Hijau botol ataupun hijau lumut. Warna hijaunya terlihat agak tua namun hijaunya sangat menawan dengan klep air kekuningan. Serat pada batu ini memiliki serat halus seperti awan. Namun dalam proses pengerjaanya sangat suliy menghindari bintik hitam seperti biji selasih, karena ini sudah menjadi ciri khas dari batu Green Opal ini. Harga dari warna inilah yang lebih mahal dibandingkan dengan warna lin di Green Opal. Dalam proses pengerjaan batu ini dari bahan/Rough Green Opal menjadi batu cincin haruslah hati-hati dengan selalu membasahi batu ini dengan air, untuk menghindari panas yang berlebih yang mengakibatkan batu ini retak ataupun pecah dikarenakan partikel silika yang terdapat pada batu "Sutera Khayangan" sangat mendominasi.

Yang kedua adalah warna hijau daun pucuk pisang, atau orang lebih banyak menyebut warna pucuk pisang (pupis). Warna ini lebih kelihatan segar dan lebih muda, hijau dan kekuningan menjadi satu pada warna ini. Jenis ini juga memiliki tembakan luster yang sangat tajam dan didalamnya juga memiliki serat awan yang sangat halus. Sebenarnya bahan yang didapatkan antara varian hijau botol dan daun pucuk pisang ini terpisah tidak menjadi satu, karena biasanya jarak lapisan antara dua warna ini terlihat jelas saat mendapatkanya di dinding sungai atau di tebing gunung. Pada warna daun pucuk pisang juga terdapat bintik-bintik hitam yang menjadi ciri khas pada batu Green Opal. Dan bintik-bintik hitam bukan sebagai warna cacat pada batu yang satu ini.

Adapun varian pada Green Opal yang lain yaitu warna hijau toska, dimana pada batu ini berwarna seperti permen Relaxa. Secara transparasi, batu Green Opal mempunyai transparansi, tapi sedikit berbeda dengan warna hijau toska yang semi transparan. Saat didapatkan di alam, jenis warna iniagak berjauhan dengan warna yang lain, kemungkinan radiusnya antara 25 meter sampai 50 meter. Jenis varian warna hijau toska ini tidak begitu memancarkan fenomena luster air, namun kelebihan pada warna ini didapatkan warna yang merata. Secara kekristalan, warna hijau toska masih kalah dengan varian hijau botol ataupun pada warna hijau daun pucuk pisang.

Dari ketiga varian warna pada batu Green Opal, terserah bagaimana selera para pecinta seni batu Indonesia dalam menentukan pilihan. Namun yang pasti, inilah varian baru pada batu Opal yang cukup mempunyai keunikan sebagai batuan Opal dengan ciri khas dan keindahan tersendiri.
Munkin para gemslover akan di buat kagum dengan memiliki batu Green Opal dan tentunya akan semakin cinta bumi pertiwi dengan segala kekayaan dan keindahan alamnya, dengan begitu banyak kandungan alam khususnya batu mulia. Jenis batu mulia berwarna hijau, kebanyakan sangat di sukai oleh para pecinta seni batu, karena warna batu ini melambangkan kesejukan, kedamaian, serta keindahan. Dan juga warna hijau bisa dilambangkan dengan kemakmuran, sebagai mana yang terdapat pada warna batu "Sutera Khayangan" ini.

Itulah ulasan mengenai batu asal tanah kelahiran Bung Karno yang saat ini sudah mulai di kenal masyarakat pecinta batu akik, khususnya di jawa timur. Semoga ulasan batu Green Opal Blitar tadi bisa menambah wawasan serta lebih mengenal lagi batuan Indonesia bagi anda semua.

Blue Opal Sukabumi

Blue Opal Sukabumi

Sebagai penggemar batu akik, mungkin anda semua sudah mengenal Batu Black Opal yang berasal dari Banten, namun kali ini kita akan coba kenali batu yang mempunyai nama hampir mirip dengan batu jenis opal yang berasal dari kabupaten Lebak Banten tersebut. Kita sekarang ini akan bahas batu akik yang juga merupakan batu jenis opal, yaitu Batu Blue Opal Sukabumi.  Memang sekilas nama pada batu ini terdengar agak mirip dengan Batu Black Opal. Namun dari jenis, karakter, dan wilayah penambangan sudah berbeda.

Dari sisi geomologi, batu Blue Opal Sukabumi merupakan batuan kristal mineral yang terkandung dari silicon dioxide dengan penguatan sedimentasi material vulkanik. Batu jenis ini termasuk jenis batu mulia dengan warna biru muda hingga biru tua, bahkan beberapa ada yang terlihat keunguan. Dari sumber geomolog, Blue Opal memiliki tingkat kekerasan berkisar 4.5 hingga 6.7 pada skala mohs, dengan berat jenis berkisar 1.96-2.17 gram/cm³, indeks bias berkisar 1.44-146, sehingga batu ini memiliki sifat mudah retak serta warna yang akan memudar apabila terkena sinar matahari langsung, atau suhu terlalu panas. Batu Blue Opal ada yang memiliki tingkat kristalisasi transparan, serta ada juga yang Opaque, atau tidak tembus cahaya.

Blue Opal Sukabumi


Blue Opal adalah batuan asli dari Indonesia yang berasal dari Sukabumi Jawa Barat, dengan ciri warna biru tua diselingi dengat urat berwarna kuning keemasan cerah serta putih yang tidak beraturan, membuat batu ini mempunyai nilai seni menjadi jenis batuan Pictorial Agate atau Akik Gambar. Juga didalam daging batu terdapat warna biru tua polos serta kristal, namun varian ini sangat sulit didapatkan karena banyak diburu oleh pecinta batu, dan juga kelangkaan batu seperti ini dilokasi penambangan.

Sejak tahun 1990an, batu Blue Opal sudah ditemukan di daerah Sukabumi, dan sejak pertengahan tahun 2014 didaerah desa Cibeber Girang, Cicurug Sukabumi batu ini ditemukan tim penemu dari Stone Art Indonesia. Setelah ditemukanya batu ini, banyak menuai respon positif dari warga Sukabumi karna batu ini banyak diminati oleh para pecinta batu Indonesia. Yang akhirnya lokasi pencarianpun diperluas dibeberapa titik didaerah Sukabumi.

Diantara daerah Cilangkap, Paku Besi-Jampang Kulon kota Sukabumi, salah satu penambang senior batu Blue Opal mengatakan, bahwa banyak ditemukan galian baru dimana hasil yang didapat berkualitas lebih baik dari penemuan sebelumnya. Semakin dalam penggalian, maka akan semakin baik pula kualitas batu yang didapatkan. Dari penggalian dengan kedalaman 5 sampai dengan 15 meter, didapatkan batu dengan kualitas berbeda-beda. Semakin dalam penggalian maka akan didapatkan batu dengan kualitas baik.

Semakin tua warna pada batu Blue Opal, akan semakin indah jika dibuat batu cincin, tergantung dari selera pecinta batu yang menyukai coraknya. Ada yang memilih dengan warna coraknya, kemudian juga ada yang mengambil dagingnya saja hingga membentuk batu cincin warna biru tua polos. Rata-rata batu Blue Opal dijadikan batu cincin dan juga liontin, disesuaikan dengan ikatanya yang menarik sehingga punya nilai jual yang tinggi.

Batu Blue Opal Sukabumi pertama kali dipublikasikan oleh seorang ahli geologi asal Bandung, Bapak Sujatmiko sekitar tahun 1990an. Ketika ditemukan pertama kali, batu ditemukan pada jalur patahan vulkanik yang menganga, nampak seperti kaca dengan warna biru tua dengan ketebalan 40 cm dan panjang 40 meter tanpa terputus. Bentuk rough Blue Opal Sukabumi rata-rata sebesar bola kaki, atau seberat 3-5 kg, terkadang juga ditemukan dengan berat mencapai 10 kg.

Bongkahan Blue Opal Sukabumi, saat baru ditambang dalam tanah tampak memiliki kulit dilapisi endapan lumpur dengan endapan kapur berwarna putih kecoklatan dengan ketebalan 0,2-0,5 mm. Warna biru belum akan terlihat apabila lapisan kulit belum dikupas. Setelah dikupas akan tampak daging batu dengan warna biru tua dengan garis garis tipis warna kekuningan dengan kombinasi sedikit warna putih.

Baca juga ; Mitos batu tuah atau batu tarikan
                   Perbedaan batu blue safir asli dan palsu
                   Batu akik mustika merah delima

Batu Blue Opal Sukabumi sendiri mempunyai beberapa warna yaitu, biru serat emas, biru muda, biru tua, biru tua keunguan, dan biru mizon. Jika dilihat dengan teliti, permukaan batu yang berwarna biru tua kehitaman dengan kombinasi serat keemasan dapat menjadi batuan akik gambar, sedangkan untuk daging batu ajan didapat kristal opal biru yang indah yang bisa digunakan untuk perhiasan. Dari kulit hingga daging batu bisa dibuat berbagai macam perhiasan karena di kulit maupun daging pada batu ini mempunyai tampilan yang indah.

Batu Chrysopal Sukabumi

Chrysopal Sukabumi

Setelah sebelumnya mengulas batu Blue Opal Sukabumi, kali ini kita akan mengulas batu akik Chrysopal yang juga berasal dari Sukabumi Jawa Barat. Kalau batu Blue Opal didominasi dengan warna birunya, namun pada Batu Chrysopal Sukabumi warna dominan pada batu ini adalah warna hijau. Sekilas warna pada batu Chrysopal Sukabumi mirip dengan Batu Bacan Doko dan Palamea. Tapi apabila dilihat secara teliti, akan tampak perbedaan yang jelas antara warna pada Batu Chrysopal Sukabumi, Ijo Garut, dan Batu Bacan Doko dan Palamea. Maka tak salah bila orang menyebutnya dengan bacan Sukabumi karena warna yang sangat mirip dengan batu bacan.

Chrysopal Sukabumi

Pada rough Batu Chrysopal Suka bumi mempunyai lapisan kulit luar bercampur kapur dengan warna putih kehijauan dan dengan ketebalan kurang lebih 0,5 mm. Sementara untuk daging berwarna hijau tua segar dengan karakter serat yang padat berwarna hijau tua.
Batu Chrysopal Sukabumi ini mempunyai kekerasan kurang lebih 6-7 pada skala mohs setelah di lakukan pengecekan pada laboratorium geomolog. Sehingga batu ini cukup padat dan tidak mudah retak.

Batu akik Chrysopal banyak ditemukan di daerah Sukabumi, antara lain desa Cipanjur, dan Bojongsari. Menurut para penambang, batu Chrysopal yang baru didapat dari penambangan, langsung direndam dalam sebuah kolam hingga para pengepul maupun pembeli datang membeli batu ini.

Karakter pada batu akik Chrysopal sendiri menurut penambang dan para peneliti, terlihat ada beberapa karakter pada warna batu Chrysopal ini, dari warna hijau tua pekat sampai hijau muda, ada yang sudah tembus cahaya ada juga yang masih badar atau belum tembus cahaya. Batu ini juga bisa bermetamorfosis dari yang belum kristal menjadi kristal atau tembus cahaya. Warna pada batu akan semakin indah apabila batu telah di poles, dan tidak kalah indah dengan batu-batu mulia lainya yang berwarna hijau.

Saat ini batu akik Chrysopal Sukabumi memang sudah diminati oleh para Hunter batu wilayah Sukabumi maupun luar daerah Sukabumi. Hal ini tentunya akan mengangkat batu jenis Chrysopal Sukabumi menjadi salah satu batu yang menjadi trend setter "The Light of Green", berkompetisi dengan batu-batu yang mempunyai warna hijau lainya. Karena sepintas, apabila batu ini sudah di poles, akan tampak seperti batu Ijo Garut dan Batu Bacan Doko dan Palamea.

GREEN OPAL BENGKULU DAN CHALCEDONY ACEH

GREEN OPAL BENGKULU DAN CHALCEDONY ACEH


GREEN OPAL BENGKULU

Maraknya batu mulia yang saat ini sedang trend di Indonesia ternyata mampu merangsang kreatifitas masyarakat kita, mulai dari aktivitas penambangan hingga pengolahan batu mulia. Tidak terkecuali dengan provinsi Bengkulu yang saat ini menjadi salah satu daerah yang memiliki deposit batu mulia yang cukup banyak dan dengan varian jenisnya yang beraneka ragam.

Masyarakat di daerah Bengkulu ini, kini mempunyai budaya baru dengan maraknya batu mulia. Penduduk setempat banyak yang beralih profesi di bidang batu akik, baik menjadi penambang hingga pengolah batu.
GREEN OPAL BENGKULU DAN CHALCEDONY ACEH

Yang semakin menarik disini adalah, dengan kegiatan penambangan batu yang makin kreatif dengan mencari dan menemukan jenis-jenis batu varian baru. Selain menambang batu Raflesia yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas, beberapa penambang menemukan varian batu jenis baru dengan warna hijau cerah, dengan badan batu yang bersih serta tingkat kristalisasi yang baik.

Menurut para penambang batu, batu jenis ini terdapat di wilayah Bengkulu Utara, dan penambanganya berada di perbukitan. Untuk mendapatkan batu ini, para penambang harus menggali tanah sedalam 3 sampai 15 meter dari permukaan tanah. Dan bahan yang didapat dari penggalian ini, maka akan didapatkan bahan mentah batu berwarna hijau cerah diselimuti kapur berwarna putih. Jika disenter, badan batu akan terlihat translucent, tampak seperti agar-agar.

Dari uji laboratorium di Jakarta, temuan baru asal Bengkulu ini teridentifikasi sebagai batu jenis batu Opal biasa atau common opal. Batu ini kemudian diberi nama dagang Batu Green Opal Bengkulu. Sekilas nama pada batu ini sama dengan batu yang ditemukan di Blitar Jawa Timur, yaitu Batu Green Opal Blitar.

Walaupun mempunyai kesamaan nama, namun secara visual antara batu Green Opal Bengkulu dan Batu Green Opal Blitar, sangat berbeda.

(untuk lebih mengetahui tentang ciri-ciri Batu green opal blitar, baca selengkapnya di artikel saya yang berjudul Batu Green Opal Blitar)

Batu green Opal asal Bengkulu ini, dipasarkan dan ditawarkan dengan harga berkisar antara 1,5 juta hingga 2 juta untuk perkilonya. Setelah Raflesia Bengkulu menjadi primadona asal kota ini, kini Green Opal Bengkulu juga siap meramaikan khasanah batu mulia Indonesia, dan diharapkan mampu menandingi kepopuleran Batu Raflesia Bengkulu yang sudah lebih dulu tersohor di kalangan pecinta batu mulia.


CHALCEDONY ACEH

Siapa yang tidak kenal Aceh??, provinsi di ujung barat Indonesia ini menyimpan sejuta keindahan batu mulia asli Indonesia. Banyak batu-batu terbaik Indonesia yang lahir di bumi serambi mekah ini. Sebut saja seperti Indocrase Solar Aceh, kemudian Indocrase Lumut Aceh, ada lagi Giok Aceh yang tersohor hingga ke mancanegara, dan masih banyak lagi batu asal wilayah ini seperti Neon dan yang lainnya. Dari sekian banyak batu mulia yang di ketemukan di sana, ternyata Tanah Rencong juga tidak mau ketinggalan dengan daerah lain sebagai penghasil batu jenis Chalcedony.
GREEN OPAL BENGKULU DAN CHALCEDONY ACEH

Batu Chalcedony memang banyak terdapat di wilayah tanah air, batu jenis ini tersebar hampir di seluruh pulau di Indonesia. Beberapa daerah yang terkenal dengan jenis batu Chalcedony-nya seperti, Bengkulu, pacitan, dan juga Halmahera. Namun siapa sangka jika di Tanah Rencong kini diketemukan batu jenis Chalcedony berkualitas tinggi. Menurut dari pengakuan gemslover yang sudah memiliki batu jenis chalcedony Aceh, batu ini tidak kalah bagusnya dengan jenis chacedony dari daerah lain dan sedikit lebih istimewa dengan lusternya yang indah menari-nari.

BACA JUGA :

Warna pada batu chalcedony Aceh mempunyai varian warna seperti merah, orange, biru, ungu hingga warna madu keemasan. Keunikan dan keistimewaan pada batu jenis chalcedony dari Aceh yaitu lusternya yang sangat indah, dengan klep air yang bermain jelas didalam maupun luar badan batu, baik yang sudah di ikat dengan cincin maupun yang baru selesai di poles.

Untuk harganya sendiri, chalcedony asal Aceh sudah cukup baik, yaitu berkisar antara 3 sampai 15 juta perkilonya. Mungkin harga ini sedikit mahal, namun bila melihat keindahan yang terdapat pada batu calchedony Aceh serta beratnya medan yang susah untuk mendapatkan batu ini, harga ini adalah harga yang pantas untuk batu asal Aceh ini.

Itulah ulasan mengenai batu akik green opal Bengkulu dan juga batu akik jenis chalcedony Aceh yang kita ulas pada kesempatan kali ini. Semoga apa yang di sampaikan di atas, bisa membantu para pecinta batu akik nusantara, untuk lebih mengenal batuan asal Indonesia.

Perbedaan Batu Akik dan Batu Mulia

Perbedaan Batu Akik dan Batu Mulia

Apa yang anda ketahui tentang batu akik atau batu mulia (batu permata)?? Mungkin di bayangan anda, antara batu akik dan batu mulia jauh berbeda. Tapi pada kenyataanya, antara batu akik dan batu mulia (batu permata) adalah sama-sama batu alam.

Di karenakan saat sekarang ini masih banyak yang salah mempersepsikan tentang batu akik dan batu mulia, oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya ingin meluruskan apa yang menjadi pandangan orang awam mengenai batu akik dan batu mulia (batu permata).

Kebanyakan dari kita, khususnya masyarakat Indonesia, batu akik identik dengan batu berwarna gelap atau batu bergambar yang dikenakan oleh laki-laki tua. Itulah kenapa batu mulia kelas 3 atau kelas 4 selalu di sebut dengan batu akik. Karena pada masa dahulunya, kebanyakan yang memakai batu cincin adalah orang yang sudah berusia lanjut atau di sebut aki. Itulah kenapa sampai sekarang nama batu akik masih melekat pada batu mulia khususnya yang di tambang di berbagai daerah di Indonesia.

Perbedaan Batu Akik dan Batu Mulia

Adapun perbedaan pada batu akik dan batu mulia adalah pada tingkat kekerasan batu. Batu mulia atau batu permata mempunyai nilai kekerasan dari 7,5 skala mohs sampai dengan 10 pada skala mohs. Sedangkan untuk kekerasan di bawah 7,5 skala mohs, batu tersebut masih di golongkan batu mulia, namun batu mulia kelas 2, batu mulia kelas 3, dan seterusnya.

Sebutan batu mulia sebenarnya adalah, batu alam yang bisa dijadikan atau digunakan sebagai perhiasan baik dari dari batu dengan tingkat kekerasan rendah maupun tinggi.

Untuk batu mulia dengan tingkat kekerasan di bawah 7,5 pada skala mohs warnanya lebih beragam, dibandingkan dengan batu mulia dengan tingkat kekerasan 7,5 hingga 10 skala mohs.


Contoh saja seperti batu jenis Chalsedony yang mempunyai beragam warna, dari mulai bening, putih, merah, biru, kuning, hijau, ungu dan masih banyak warna lain. Sedangkan pada batu mulia (batu permata) warnanya tidak sebanyak batu dengan tingkat kekerasan 7,5 skala mohs ke bawah.

Golongan batu mulia sendiri di bagi menjadi 5 kelas yaitu,

Batu mulia kelas 1
Untuk batu mulia kelas 1 yaitu dengan nilai kekerasan dari 8 hingga 10 skala mohs. Untuk golongan kelas 1 ini terdapat pada batu Diamond, Ruby, Safir, Topaz, Chrysoberyl, Cubic Zirconia.

Batu mulia kelas 2
Batu mulia kelas 2 adalah batu dengan nilai kekerasa antara 8-9 pada skala mohs, yang meliputi, Beryl, Zircon, Zambrud, Aquamarin, Amethys, Garnet, Spinel, dan Quartz.

Batu mulia kelas 3
Batu mulia kelas 3 adalah batu dengan nilai kekerasan 7 skala mohs. Contoh batu ini adalah Lapiz lazuli, Tourqis/Pirus.

Batu mulia kelas 4
Nilai kekerasan pada batu golongan ini antara 4-7 skala mohs. Batu ini meliputi Phenakite Beril Quartz, Peridot, Moonstone, dan Opal.

Batu mulia kelas 5
Untuk batu mulia kelas lima nilai kekerasan berbeda-beda tergantung dari berat jenis batu. Untuk batu golongan 5 ini biasanya tidak tembus cahaya namun tetap mengkilap.

Untuk batu mulia asal Indonesia, seperti Bacan atau Indocrase, digolongkan sebagai batu mulia kelas 3 atau kelas 2 tergantung dari kualitas batu yang dinilai dari tingkat kekerasan. Sedangkan jenis Chalsedony bisa digolongkan batu mulia kelas 3 atau 4 tergantung dari tingkat kekerasan pada batu tersebut. Demikian pula dengan jenis Opal, seperti pada batu Black opal Kalimaya Banten.

Jadi kesimpulanya, antara batu akik dan batu mulia tidak ada perbedaan, yang membedakannya hanyalah dari harga batu tersebut. Semakin tinggi nilai kekerasan pada batu, maka harganyapun akan semakin mahal.

Mengenal varian batu jenis opal atau black opal

Mengenal varian batu jenis opal atau black opal

Perlu diketahuai bahwa jenis  batu opal atau black opal itu sebenarnya tidak hanya hasil tambang dari Indonesia saja, yang terdapat di provinsi Banten. Akan tetapi ada beberapa negara dibelahan dunia yang juga penghasil batu jenis opal dan black opal yaitu Australia, Afrika, dan juga Amerika latin, khususnya meksiko. Batu jenis opal atau black opal asal negara tersebut, dipasaran Indonesia juga banyak beredar. Namun tentunya dari keempat jenis batu opal atau black opal, mempunyai perbedaan-perbedaan. Sebagai penggemar batu, khususnya jenis opal maupun black opal tentunya harus tau apa perbedaan pada batu masing- masing negara. Secara umum, batu jenis opal atau black opal dari tiap negara mempunyai kemiripan dan kesamaan. Namun kalau dilihat secara seksama, batu dari berbagai negara tersebut, pastilah mempunyai ciri yang berbeda.

Mengenal varian batu jenis opal atau black opal

Dari negara-negara penghasil batu jenis opal ataupun black opal, negara Australia saat ini sebagai penghasil batu jenis opal terbesar di dunia. Australia adalah pemasok memasok batu jenis opal atau black opal yang mencapapai 97% didunia. Sebetulnya masih banyak negara penghasil batu jenis opal di dunia selain yang saya sebutkan di atas, diantaranya negara Republik ceko, Hungaria, Slowakia, Turki, Brasil, Honduras, Guatemala, Nikaragua dan beberapa negara lain. Namun dari beberapa negara penghasil batu jenis opal dan black opal yang banyak dikenal dikalangan gemslover dunia yaitu yang berasal dari Indonesia (Banten), Australia (Quennsland bagian barat), Meksiko, dan Ethiopia (Afrika).

Walaupun mempunyai kesamaan secara umum, baik kandungan silika, kuarsa, maupun kekerasan antara batu jenis opal atau black opal yang berasal dari ke empat negara, yaitu Black opal Kalimaya Banten, Opal atau Black opal Australia, Black opal atau Opal Afrika, Black opal atau Fire opal meksiko, namun jenis batu opal dari negara tersebut mempunyai perbedaan. Untuk mengetahui perbedaan-perbedaan yang terdapat pada batu jenis opal dan black opal dari negara-negara tersebut, kita akan ulas dibawah ini:

Batu opal atau black opal Kalimaya Banten (Indonesia)
  1. Batu opal (Kalimaya) dan black opal banten mempunyai karakteristik kembang jarong yang soft, pergerakan warna jarong  yang tidak monoton, bisa dilihat dari berbagai sisi baik dari luar dan dalam badan batu opal terkecuali untuk jenis black opal sempur, black opal solid abu, dan black opal aspal karena jenis ini tidak tembus cahaya.
  2. Kombinasi warna yang terdapat pada batu Kalimaya dan Black opal Banten memiliki banyak varian warna diantaranya, hitam, coklat, kuning, ungu, biru, magenta, merah rose, hijau, jingga, hingga putih, yang membuat batu opal Kalimaya dan black opal Banten memiliki lebih banyak varian warna dibandingkan dengan batu jenis opal lainya.
  3. Warna lebih tegas, tidak mudah hilang, dan juga lebih hidup dibandingkan dengan jenis opal dari negara lain.
  4. Batu Opal Banten memiliki warna yang berubah-ubah, dan juga jernih.
  5. Batu jenis opal Bnaten memiliki banyak jenis, tidak hanya black Opal  Kalimaya, namun juga ada Kalimaya susu, Kalimaya teh, Kalimaya kopi, Klimaya kristal bening, Kalimaya bunglon, Kalimaya kristal pelangi, Klimaya kristal hijau.

Batu opal Australia
  1. Opal yang berasal dari negara Kanguru ini hanya mempunyai 3 jenis, yaitu black opal, white opal, dan boulder opal.
  2. Warna pada batu jenis opal Australia tampaktegas dan terang, namun tidak mempunyai pergerakan dan tidak tampak hidup seperti pada batu jenis opal yang berasal dari Indonesia.

Batu Opal Amerika latin dan opal Afrika
  1. Untuk kedua jenis batu opal yang berasal kedua negara ini pada umumnya mempunyai kesamaan, baik pada corak batu, kembang warna, jenis batu, dan juga kombinasi warnanya.
  2. Memiliki kembang warna yang jernih, namun pergerakan warna pada batu dari 2 negara ini sangat sedikit dan monoton. Sedangkan kilap cahaya yang dihasilkan oleh kembang jarongnya hanya tampak pada luar batu.
  3. Batu opal dari kedua negara ini hanya memiliki sedikit tembus pandang atau semi transparan.
  4. Varian warna pada batu ini sangat terbatas, yaitu hanya memiliki warna merah, orange, kuning dan kecoklatan.
  5. Batu opal yang berasal dari kedua negara ini hanya mempunyai 2 varian jenis, yaitu Black opal dan Fire opal.
Itulah perbedaan batu jenis opal dan black opal, antara keempat negara yang banyak beredar di Indonesia. Dari perbedaan-perbedaan batu jenis opal yang dihasilkan keempat negara tersebut, batu jenis opal dan black opal Banten (Indonesia) menjadi batu jenis opal dan black opal yang terindah saat ini. Tak heran apabila batu opal Kalimaya dan black opal Banten, sangat diminati oleh para pecinta batu, bukan hanya pecinta batu lokal saja, namun juga dari manca negara. Untuk harganya sendiri, batu Opal Kalimaya dan black opal Banten memiliki harga yang tinggi dibandingkan dengan batu jenis opal negara lain.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang batu black opal, baca juga artikel saya yang lain yaitu CARA MEMILIH  BATU BLACK OPAL KALIMAYA, JENIS BLACK OPAL KALIMAYA BANTEN, WASPADAI BATU BLACK OPAL PASLU, CARA EKSTRIM TREATMENT BLACK OPAL, dan juga CARA MENTREATMENT BATU BLACK OPAL BANTEN untuk menambah wawasan anda tentang batu.
Semoga apa yang saya ulas diatas bisa bermanfaat, terima kasih.

Waspadai Batu Black Opal Palsu

Waspadai Batu Black Opal Palsu

Siapa yang tak kenal Black Opal Banten??...Batu yang satu ini telah menjadikan para penggemar batu akik untuk memburunya. Bahkan para gemslover berani merogoh kocek yang tak sedikit demi mendapatkan batu yang satu ini. Pesona batu yang satu ini memang tergolong fenomenal. Betapa tidak??, batu yang berasal dari provinsi Banten ini bisa mengeluarkan kembang warna yang indah, atau lebih sering disebut dengan jarong. Bahkan kabarnya warna yang terdapat pada batu Black Opal asal Banten ini, adalah batu jenis opal yang mempunyai warna terindah dan terbanyak, dibandingkan dengan batu jenis opal yang dihasilkan oleh beberapa negara di seluruh dunia. Maka tak khayal lagi apabila batu Black Opal Banten ini menjadi incaran bagi penggemar batu, bukan hanya di Indonesia akan tetapi sampai ke luar negeri.
Waspadai Batu Black Opal Palsu
Namun siapa sangka kepopuleran batu Black Opal Banten ini dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan membuat batu cincin Black Opal aspal ( asli tapi palsu) demi meraup keuntungan yang berlipat. Oleh karena itu untuk para penggemar batu mulia, terutama bagi anda pemula penggemar batu, waspadai batu Black Opal Palsu yang saat ini sudah beredar banyak dipasaran. Secara kasat mata, batu Black Opal palsu yang dijual dipasaran, tidak jauh beda dengan batu Black Opal natural, keduanya sama sama mengeluarkan warna kembang jarong. Namun apabila kita lihat secara seksama, Black Opal Palsu mempunyai kilau warna yang berbeda dengan yang asli. Untuk harganya, para pembuat Black Opal aspal ini membandrol barang buatan mereka kisaran 500.000 sampai dengan 1500.000 rupiah bahkan lebih untuk satu batu mata cincinya.
Waspadai Batu Black Opal Palsu
Batu Black Opal palsu sendiri di buat menggunakan bahan Black Opal sempur yang tidak atau belum mengeluarkan kembang jarong, dikarenakan harganya sangat murah dan sangat mudah mendapatkan bahan tersebut. Kemudian bahan campuran yang mereka pergunakan untuk memalsukan Black Opal sangat sederhana, yaitu dengan menggabungkan lem perekat yang dibuat dari resin, kemudian glitter. dan bahan kalimaya jarong yang tidak bisa di bentuk karena ukuranya sangat kecil. Cara pembuatanya pun sangatlah mudah, hanya dengan meremukan bahan Black Opal sempur, kemudian menghancurkan kalimaya jarong menjadi bubuk dan di rekatkan menggunakan lem dengan campuran glitter. Dan pembuatan satu mata cincin Black Opal ini membutuhkan proses pengeringan hingga 2 hari sebelum siap di gosok. Dalam satu hari para oknum ini bisa menghasilkan puluhan batu cincin Black Opal aspal.

BACA JUGA :
MENGENAL VARIAN BATU JENIS OPAL DAN BLACK OPAL
CARA MENTREATMENT BLACK OPAL BANTEN
CARA EKSTRIM TREATMENT BATU BLACK OPAL

Jadi bagi anda yang ingin memiliki Batu Black Opal, waspadai batu Black Opal palsu, jangan tergiur dengan harga yang murah. Untuk memastikan keaslian ada baiknya apabila anda membeli batu Black Opal yang bermemo atau mempunyai serifikat dari laboratorium geomolog. Hindari pembelian atau transaksi melalui online apabila anda ragu dengan keaslian Black opal yang ditawarkan oleh penjual.

Kisah Mistis Batu Kalimaya

Kisah Mistis Batu Kalimaya

Perpaduan aneka warna yang terkandung di dalam batu akik Kalimaya, membuat batu pada jenis ini memiliki daya tarik tersendiri. Masyarakat indonesia mengenal jenis batu akik ini dengan nama batu Kalimaya. Sementara masyarakat internasional lebih mengenal jenis sepatu ini dengan sebutan batu Opal.

Sebagian kalangan meyakini nama Opal di ambil dari istilah Romawi kuno yang berarti Opalus. Mengacu kepada istri saturnus dan dewi kesuburan yang bernama opalia, pendapat lain penggunaan nama opal berasal dari bahasa Yunani yang berarti opillos yang memiliki dua makna. Makna pertama berarti melihat dan makna kedua adalah "sesuatu yang lain" atau "perubahan", penggunaan nama ini tentang mengajak kepada karakteristik batu ini yang kerap mengalami perubahan warna jika terpapar cahaya. Namun ada juga pendapat yang mengatakan bahwa Opal berasal dari bahasa sansekerta yaitu upala.


Kepercayaan  asal nama opal dari bahasa sansekerta mengadu kepada catatan romawi sekitar tahun 240 sebelum masehi, awalnya batu ini diketahui memiliki nama yang bermacam-macam dan baru dibakukan penggunaan nama opal setelah 250 sebelum masehi. Dalam catatan tersebut diketahui opal di datangkan oleh pedagang bosphorus yang mengaku memasok opal dari India. Opal atau kalimaya memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dari batu permata lainnya, struktur internal yang unik membuat batu Kalimaya lentur terhadap cahaya dan memancarkan aneka warna. Warna yang terkandung di batu Kalimaya biasanya warna putih yang dikombinasikan dengan warna abu-abu, merah, oranye, kuning, hijau, biru, magenta, mawar merah muda, batu tulis, coklat, dan hitam.

Sejak abad pertengahan bangsa eropa percaya bahwa, batu Kalimaya bisa membawa keberuntungan bagi pemiliknya, pasalnya kalimaya dianggap memiliki semua keistimewaan di setiap batu permata yang diwakili oleh aneka warna yang terdapat pada Kalimaya. Namun sejak tahun 1829, kepopuleran batu Kalimaya menurun lantaran sebagian masyarakat meyakini batu jenis tersebut bisa menimbulkan malapetaka dan nasib buruk, hingga kematian. Keyakinan itu mengacu pada cerita tragis seorang bangsawan yang selalu memakai batu Kalimaya yang memiliki kekuatan supranatural, ketika batu miliknya terkena cipratan air suci segera batu kalimaya miliknya berubah menjadi batu besar dan sang bangsawan tidak lama berselang meninggal.

BACA JUGA :
GREEN OPAL BENGKULU DAN CHALCEDONY ACEH
GREEN OPAL BLITAR
BERJAD API/FIRE OPAL WONOGIRI

Itulah sepenggal kisah tentang Batu Akik Kalimaya, namun apapun dibalik semua cerita mitosnya, Batu Kalimaya adalah ciptaan Yang Maha Kuasa, dengan keindahan yang diberikan kepada batu tersebut. Jadi menurut saya tidak ada alasan untuk meyakini sebuah batu, karena pada dasarnya sebuah batu hanyalah benda mati yang Tuhan ciptakan sebagai tanda kebesaran-Nya, serta anugerah yangn diberikan kepada umatnya.